katalistiwa.online, pontianak – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pontianak menggelar aksi demonstrasi bertajuk ‘Kalbar Darurat’ di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (30/7). Aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan keresahan mahasiswa terhadap dua permasalahan krusial yang dinilai semakin mengkhawatirkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta maraknya praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Barat.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan IMM Pontianak, Muhammad Sher Khan, menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret dalam mencegah dan menangani Karhutla yang setiap tahun terus berulang.
“Karhutla bukan lagi sekadar potensi bencana, melainkan bencana tahunan yang selalu terulang. Pemerintah tidak boleh hanya menunggu asap menutupi langit Kalbar untuk mulai bertindak. Harus ada langkah nyata dan preventif sejak awal,” tegas Sher Khan dalam orasinya.
Selain Karhutla, massa aksi juga menyoroti aktivitas PETI yang semakin meluas dan dilakukan secara terbuka. Sher Khan menyebut bahwa tambang ilegal ini tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga melibatkan jaringan yang kuat dan terorganisir.
“Kami tidak ingin para mafia tambang terus bebas berkeliaran. Aparat penegak hukum harus berani membongkar jaringan ini dari hulu ke hilir, bukan hanya menyasar penambang kecil,” lanjutnya.
Tokoh IMM lainnya, Heri Mustamin, juga menyoroti bahwa persoalan PETI bukan hanya soal hukum dan lingkungan, tapi juga berkaitan erat dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat banyak yang menggantungkan hidup dari tambang ilegal karena tidak ada alternatif ekonomi. Pemerintah harus hadir memberikan solusi yang berkelanjutan, bukan hanya menindak, tapi juga memberdayakan,” ujarnya.
IMM Pontianak menyayangkan absennya Gubernur Kalimantan Barat dan Kapolda Kalbar yang telah mereka undang secara resmi untuk hadir dan berdialog langsung bersama massa aksi. Ketidakhadiran tersebut dinilai mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menangani kedua isu besar tersebut.
“Kami mengundang gubernur dan kapolda untuk berdialog, namun mereka tidak hadir. Ini mencerminkan bahwa pemerintah daerah belum sepenuhnya serius dalam menyelesaikan masalah Karhutla dan PETI,” ujar Sher Khan.
IMM Pontianak menegaskan akan terus mengawal isu lingkungan, terutama Karhutla dan PETI, dengan langkah-langkah advokasi dan aksi massa. Mereka mendesak agar pemerintah segera menerapkan kebijakan preventif dalam penanganan Karhutla serta penindakan tegas terhadap pelaku dan mafia tambang ilegal.
“IMM tidak akan berhenti menyuarakan kepentingan lingkungan dan keadilan bagi rakyat. Kami ingin Kalbar terbebas dari asap dan tambang ilegal,” pungkas Sher Khan.












Comment