Melawi Sosial
Home » Berita » Gerakan Rumah Tangga Peduli Lingkungan, Pokja III PKK Melawi Revitalisasi TPS dan Kampanye Olah Sampah

Gerakan Rumah Tangga Peduli Lingkungan, Pokja III PKK Melawi Revitalisasi TPS dan Kampanye Olah Sampah

katalistiwa.online, melawi – Gerakan peduli lingkungan terus digencarkan di Kabupaten Melawi. Dalam rangka memperkuat kampanye pilah dan olah sampah organik dari rumah tangga, Pokja III TP PKK Kabupaten Melawi melaksanakan kegiatan revitalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dipadukan dengan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Nanga Pinoh dan menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuangnya ke tempat penampungan atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah justru hanya memindahkan masalah dari rumah ke TPA.

“Faktanya, membuang sampah pada tempatnya saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan kita. Sampah yang tidak dipilah dan langsung dibuang ke TPA pada dasarnya hanya memindahkan masalah dari rumah kita ke tempat lain,” ujarnya.

Kasus Videotron Bermuatan Pornografi di Melawi Masuk Ranah Hukum, Khairul Atma Desak Polisi Segera Bertindak

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang serius. Di antaranya pencemaran air akibat air lindi yang beracun, polusi udara dari bau menyengat, serta emisi gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Selain itu, kondisi tersebut juga menghambat proses daur ulang, mempercepat penuhnya TPA, dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan sampah.

Karena itu, Raisya menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah, khususnya sampah organik yang jumlahnya sangat dominan.

“Perlu kita ketahui bahwa lebih dari 50 persen timbulan sampah nasional merupakan sampah organik. Jika dikelola dengan baik dan terpadu, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, energi, maupun sumber daya produktif lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan energi, sekaligus mengurangi beban TPA.

Dilantik Bupati Jadi Kepala BKPSDM Melawi, Hendra Permana Siap Benahi Tata Kelola ASN dan Perkuat SDM Aparatur

Melalui kegiatan revitalisasi TPS dan penanaman pohon ini, Pokja III PKK Melawi ingin memberikan contoh nyata bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat di tingkat rumah tangga.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

“Karena itu, saatnya kita semua mengambil peran dan tanggung jawab bersama. Menjadi bagian dari solusi dengan memilah dan mengolah sampah organik mulai dari rumah kita sendiri,” kata Raisya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari, karena kebiasaan sederhana dapat membawa dampak besar bagi kelestarian lingkungan.

“Dimulai dari diri kita, dari rumah kita, mari bersama menciptakan perubahan nyata untuk bumi yang lebih lestari. Karena dari kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari, dapat lahir dampak besar bagi keberlanjutan bumi, demi masa depan anak cucu kita,” tutupnya. (snh)

Perumdam Tirta Melawi Berbagi Air Bersih di Tempat Ibadah, Siang Hari Hujan Membasahi Melawi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement