Melawi
Home » Berita » Yayasan Salam Setara Kitabisa Gandeng KGBN Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap di Melawi

Yayasan Salam Setara Kitabisa Gandeng KGBN Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap di Melawi

katalistiwa.online, melawi –  Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus berdatangan. Kali ini, Yayasan Salam Setara Kitabisa menggandeng Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Melawi untuk menyalurkan bantuan masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap di Kabupaten Melawi.

Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga kelompok yang berada di garis depan dalam menghadapi Karhutla serta lingkungan pendidikan.

Bantuan tersebut berupa masker N95 untuk para pemadam yang bertugas melakukan penanganan dan pemadaman Karhutla. Selain itu, disiapkan pula 10 ribu masker untuk guru dan siswa sebagai upaya membantu melindungi warga sekolah dari paparan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Ketua KGBN Melawi, Muhammad Firman, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Yayasan Salam Setara Kitabisa bersama KGBN terhadap masyarakat Melawi yang saat ini menghadapi kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.

Menurut Firman, kondisi kabut asap akibat Karhutla perlu menjadi perhatian bersama. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

KPA Ciwanadri Melawi Salurkan 43.571 Liter Air Bersih, Jangkau 1.742 Warga di Tengah Kekeringan dan Karhutla

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat Melawi yang terdampak kabut asap. Kami berharap masker yang diberikan dapat membantu melindungi masyarakat, khususnya guru dan siswa, serta para pemadam yang berada di lapangan,” ujarnya Rabu 26 Agustus 2026.

Menurut Ia, para pemadam merupakan salah satu kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar asap karena harus bekerja langsung di lokasi Karhutla. Dalam kondisi asap tebal, mereka dituntut tetap menjalankan tugas untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

Karena itu, pemberian masker N95 menjadi bagian penting dari dukungan perlindungan bagi para pemadam selama menjalankan tugas di lapangan.

Masker tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap ketika petugas melakukan penanganan Karhutla.

Selain membantu para pemadam, perhatian juga diberikan kepada dunia pendidikan. Sebanyak 10 ribu masker disiapkan untuk dibagikan kepada guru dan siswa di Melawi.

PLN Sering Padam di Tengah Kemarau, Panel Pompa Perumdam Tirta Melawi Rusak Parah

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan agar tetap memperhatikan aspek kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik.

Guru dan siswa yang harus beraktivitas di lingkungan sekolah maupun melakukan perjalanan dari dan menuju sekolah diharapkan dapat menggunakan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan diri, terutama ketika kondisi kabut asap meningkat.

Firman menegaskan bahwa penanganan dampak Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, relawan, serta berbagai lembaga sosial.

Menurutnya, dukungan yang diberikan Yayasan Salam Setara Kitabisa bersama KGBN merupakan bagian dari gerakan kepedulian untuk membantu masyarakat menghadapi dampak Karhutla.

“Harapan kami bantuan ini benar-benar bisa dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,” katanya.

Kemarau Panjang Mengancam, Perumdam Tirta Melawi Pastikan Air Baku Masih Cukup hingga 2 Bulan

Kabut asap yang muncul akibat Karhutla menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius karena dampaknya dapat dirasakan secara luas. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kualitas udara yang buruk juga berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.

Melalui bantuan masker tersebut, Yayasan Salam Setara Kitabisa dan KGBN Melawi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah konkret.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa menghadapi dampak Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman api, tetapi juga bagaimana melindungi masyarakat yang terdampak selama kondisi kabut asap berlangsung.

Bersama menjaga kesehatan, bersama melindungi masyarakat, dan bersama mencegah Karhutla agar tidak terus berulang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement