katalistiwa.online, melawi – Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM) bersama Ikatan Warga Katab Kebahan (IWKK) dan Barisan Pemuda Katab Kebahan (Bekaban) menggelar Festival Budaya Katab Kebahan di Desa Nanga Kebebu. Festival yang berlangsung hingga 22 Agustus 2025 ini menjadi ajang pelestarian seni, budaya, dan tradisi masyarakat Katab Kebahan yang tersebar di sejumlah kampung di Kabupaten Melawi.
Ketua FPBM, Muhammad Firman, menjelaskan bahwa masyarakat Dayak Katab Kebahan sebagian besar bermukim di tepian Sungai Melawi, Sungai Pinoh, serta sungai-sungai kecil di lanskap Katab Kebahan. Hingga kini mereka masih mempertahankan adat dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, meskipun arus globalisasi menjadi ancaman bagi kelestariannya.
“Berdasarkan pendataan FPBM bersama IWKK dan Bekaban, terdapat sedikitnya 35 kampung Katab Kebahan yang tersebar di lima kecamatan, yakni Nanga Pinoh, Pinoh Utara, Pinoh Selatan, Belimbing, dan Sayan. Walaupun terpisah secara administrasi, bahasa, budaya, dan kekerabatan mereka tetap terjalin erat,” ujarnya.
Masyarakat Katab Kebahan dikenal masih memelihara berbagai warisan leluhur, mulai dari Berontang, Totak Ompong, Ngumpan Arai, Bepantun, hingga kesenian Behadrah (tar atau rebana) dan Nopent (tarian topeng tradisional). Seni-seni ini masih kerap ditampilkan dalam acara pernikahan maupun kegiatan adat.
Namun demikian, beberapa kesenian mulai jarang ditemui, seperti Begambus (musik gambus) dan Bejepin (tari japin tradisional). Kesenian ini kini hanya dikuasai oleh masyarakat yang berusia lanjut. Karena itulah, FPBM bersama lembaga adat Katab Kebahan berinisiatif menggelar festival budaya sebagai ruang pelestarian dan transfer pengetahuan lintas generasi.
Menurut Firman, Festival Budaya Katab Kebahan menampilkan berbagai seni budaya dari kampung-kampung Katab Kebahan. Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional yang hampir hilang, seperti gasing dan Tengkuyung Berameh, permainan khas yang masih bisa ditemui di wilayah adat Pasak Birapati, Desa Semadin Lengkong.
Tradisi menangkap ikan secara tradisional atau Be’sepa, serta acara makan bersama atau Berontang, turut menjadi bagian dari rangkaian festival. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan pasak-pasak adat Katab Kebahan, seperti Pasak Kebebu, Pasak Sebaju, dan Pasak Birapati, serta sejumlah pasak dari kampung lainnya.
Ketua Ikatan Warga Katab Kebahan, Yusli, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat jalinan silaturahmi antar warga Katab Kebahan.
“Dengan kegiatan ini, warga Katab Kebahan bisa bertemu langsung dengan Pak Bupati, Ketua DPRD, dan para kepala dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, “ujarnya.
Festival Budaya Katab Kebahan dibuka langsung oleh Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, didampingi Ketua DPRD Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa di halaman SDN 07 Nanga Kebebu, Rabu 20 Agustus 2025. Dalam sambutannya, Bupati menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya lokal.
“Budaya adalah identitas yang harus terus dijaga. Pemerintah Kabupaten Melawi akan mendukung dan menganggarkan Rp50 juta untuk pelaksanaan Festival Budaya Katab Kebahan pada tahun 2026,” tutur bupati. (snh)







Comment