katalistiwa.online, melawi – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, hadir di tengah-tengah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kabupaten Melawi yang menggelar doa bersama untuk pejuang demokrasi di Tugu Juang II, Nanga Pinoh, Senin 1 September 2025 malam.
Aliansi Cipayung Plus terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, yakni GMNI, GKMI, PMKRI, dan BEM STKIP Melawi. Pada kesempatan tersebut, Bupati Dadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah meneruskan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa kepada Gubernur Kalimantan Barat.
“Melawi tidak tinggal diam atas perjuangan ini. Apa yang disuarakan mahasiswa sudah kami sampaikan ke gubernur. Saya bersama Wakil Bupati Malin juga menegaskan bahwa kepemimpinan kami tidak anti kritik,” tegas Bupati Dadi.
Koordinator Lapangan, Abet Nego, kemudian membacakan sejumlah tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni:
1. Sahkan RUU Perampasan Aset.
2. Bebaskan kawan-kawan pejuang pada aksi sebelumnya.
3. Batalkan semua kenaikan pajak yang membebani rakyat.
4. Hentikan segala tindakan represif dan kekerasan terhadap rakyat sipil.
5. Usut tuntas dan adili aparat yang melanggar hukum secara transparan.
6. Lakukan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Melawi, serta tingkatkan layanan kesehatan.
7. Meminta Presiden mengevaluasi persoalan Satgas PKH.
Sementara itu, Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, menegaskan bahwa aksi damai mahasiswa Cipayung Plus Melawi berlangsung aman dan kondusif.
“Aksi damai mahasiswa di Tugu Juang II berjalan lancar. Pengamanan humanis kami kedepankan sebagai bentuk pelayanan Polri,” ujar Kapolres.
Menurutnya, pengamanan melibatkan 177 personel gabungan Polres Melawi dan Polsek jajaran dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kapolres juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada koordinator lapangan saudara Abet Nego, seluruh pengurus mahasiswa STKIP, serta organisasi Cipayung yang menampilkan kesantunan dan etika dalam menyampaikan tuntutan,” jelas AKBP Harris.
“Menjaga situasi kondusif di Kabupaten Melawi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat,” pungkasnya. (snh)











Comment