katalistiwa.online, melawi – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi menyatakan dukungan terhadap Program Perempuan KUAT yang digawangi Perkumpulan Gemawan bersama mitra lokal, Lembaga SUAR dan Perkumpulan Benih Melawi Berkelanjutan. Dukungan tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Petani Perempuan Melalui Kolaborasi Lintas Pihak Di Kabupaten Melawi, yang berlangsung Kamis (13/8/2026) di Hotel Rajawali.
Forum tersebut mempertemukan OPD Pemkab Melawi, organisasi masyarakat sipil, kelompok perempuan, kelompok tani, akademisi, KPH Wilayah Melawi, TP PKK Kabupaten Melawi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk membahas penguatan peran perempuan dalam pertanian, pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan adaptasi perubahan iklim.
Sekretaris Bapperida Kabupaten Melawi, Edwin Kristovianus, mengatakan perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan keluarga.
“Sektor pertanian merupakan tulang punggung di Kabupaten Melawi. Dalam konteks ini, peran perempuan sangat nyata, terutama dalam membangun rumah tangga yang kuat dan ketahanan pangan keluarga,” ujar Edwin.
Menurutnya, penguatan peran perempuan juga perlu masuk dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program pemberdayaan perempuan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita perlu memperkuat apa yang sudah ada di lingkungan kita. Harapannya ada kajian dan pemetaan, sehingga ketika program masuk ke desa, tidak berangkat dari nol, tetapi memperkuat kelompok dan potensi yang sudah ada,” katanya.
Perwakilan Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Melawi, Jahirin, mengatakan pihaknya selama ini telah melibatkan kelompok perempuan melalui berbagai program, termasuk kelompok wanita tani (KWT). Ia menyebut sejumlah kelompok perempuan yang pernah mendapatkan dukungan program, di antaranya KWT Tembalang Jaya di Desa Semadin Lengkong, KWT Lungun Lestari, KWT Mawar, dan KWT Sewak Jaya.
“Dari pantauan kami di Dinas Pertanian, melibatkan perempuan itu lebih berhasil. Pekarangan untuk kebutuhan rumah tangga tetap bisa berjalan dan dapat dikolaborasikan.”
Menurut Jahirin, ke depan penguatan kelompok perempuan tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya, tetapi juga pada pengolahan hasil pertanian agar memberikan nilai tambah ekonomi.
“Kalau ingin hasilnya lebih tinggi, kita bisa mendorong pengolahan hasil pertanian. Kita berharap program ini bisa merangsang ibu-ibu rumah tangga dan petani swadaya untuk mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Roni, perwakilan Balai Penyuluh Pertanian, menyampaikan bahwa Kabupaten Melawi telah memiliki banyak kelompok tani dan kelompok wanita tani yang dapat menjadi basis penguatan program. Ia menyebut kelembagaan kelompok memiliki fungsi penting sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi.
Namun demikian, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keberlanjutan kelompok setelah program atau bantuan berakhir.
“Kendala kita di Kabupaten Melawi bagaimana kelompok-kelompok perempuan tetap terkawal dengan baik, sehingga program-program untuk perempuan bisa terus berjalan,” ujarnya.
Karena itu, penguatan pendampingan dan kelembagaan menjadi bagian penting dalam memastikan kelompok tidak berhenti setelah dukungan program selesai. Laila Fitri Handayani dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Melawi menyatakan terbuka terhadap peluang kolaborasi dengan Program Perempuan KUAT, terutama dalam menghubungkan pemberdayaan perempuan dengan isu lingkungan dan perubahan iklim.
Menurutnya, keberadaan kelompok perempuan juga dapat diperkuat melalui kegiatan pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.
“Kita bisa melihat peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan. Salah satunya bagaimana perempuan dapat dilibatkan dalam pengelolaan sampah dan isu perubahan iklim.”
Laila juga menyambut pendekatan program yang tidak menambah kelembagaan baru, tetapi memanfaatkan dan memperkuat kelompok yang sudah ada di masyarakat. Kabag Ekonomi Pembanguan dan Sumber Daya Alam Setda Melawi, Lisbeth, menyoroti pentingnya membuka akses sumber daya ekonomi bagi perempuan, termasuk akses terhadap pembiayaan.
Menurutnya, penguatan perempuan tidak cukup hanya dengan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi perlu diikuti dengan akses terhadap pasar, pembiayaan, serta informasi komoditas.
“Salah satu yang perlu diperkuat adalah akses sumber daya ekonomi, termasuk akses terhadap kredit. Ini bisa menjadi ruang kolaborasi untuk membuka akses tersebut bagi perempuan.”
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data dan strategi pelibatan perempuan agar program yang dikembangkan berbagai pihak dapat saling mendukung. Program Perempuan KUAT yang diinisiasi Gemawan bersama mitranya diarahkan untuk memperkuat perempuan sebagai aktor pembangunan, khususnya dalam ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, ekonomi, dan adaptasi perubahan iklim.
Dalam FGD tersebut, Ramawati dari Gemawan menegaskan bahwa pendekatan program tidak diarahkan untuk membentuk organisasi baru. Sebaliknya, program akan bekerja dengan kelembagaan dan kelompok yang sudah ada di tingkat desa. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan potensi, kebutuhan, serta peluang kolaborasi lintas pihak.
“Kita tidak ingin menggantikan program yang sudah ada. Kita ingin mengajak bersama-sama agar perempuan dapat memimpin ketahanan pangan keluarga dan menjadi bagian penting dari pembangunan di daerah.” ujarny.
“FGD diharapkan menjadi awal terbentuknya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, kelompok perempuan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong ketahanan pangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan responsif gender di Kabupaten Melawi,” pungkasnya.













Comment