Melawi
Home » Berita » Kemarau Panjang, Perumdam Tirta Melawi Gandeng PMI Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Baru dan Tanjung Tegang

Kemarau Panjang, Perumdam Tirta Melawi Gandeng PMI Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Baru dan Tanjung Tegang

katalistiwa.online, melawi – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Melawi mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk mengambil langkah cepat membantu warga yang membutuhkan pasokan air.

Salah satunya dilakukan Perumdam Tirta Melawi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Melawi dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Baru dan Desa Tanjung Tegang, Kecamatan Nanga Pinoh.

Kegiatan penyaluran air bersih tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Baru dan Tanjung Tegang Kecamatan Nanga Pinoh, Selasa (11/8/2026).

Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau, terutama warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua PMI Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, mengatakan bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

KPA Ciwanadri Melawi Salurkan 43.571 Liter Air Bersih, Jangkau 1.742 Warga di Tengah Kekeringan dan Karhutla

“Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan warga yang membutuhkan air bersih,” ujar Raisya.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Raisya juga mengingatkan warga agar bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Mari kita bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Kita juga harus selalu menjaga kesehatan karena kondisi cuaca seperti ini cukup berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat,” pesannya.

Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

PLN Sering Padam di Tengah Kemarau, Panel Pompa Perumdam Tirta Melawi Rusak Parah

Dengan tidak melakukan pembakaran lahan, risiko meluasnya kebakaran serta dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dapat ditekan.

Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Melawi, Bambang Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya menjaga kelancaran pelayanan air kepada masyarakat.

Bambang mengatakan kondisi kemarau panjang memang memberikan tantangan tersendiri terhadap ketersediaan sumber air baku. Karena itu, Perumdam Tirta Melawi terus melakukan berbagai upaya agar pelayanan distribusi air kepada pelanggan tetap dapat berjalan.

“Perumdam Tirta Melawi akan selalu berusaha untuk bisa menjaga kelancaran air,” kata Bambang.

Ia menegaskan, Perumdam Tirta Melawi akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan situasi di lapangan.

Kemarau Panjang Mengancam, Perumdam Tirta Melawi Pastikan Air Baku Masih Cukup hingga 2 Bulan

Penyaluran air bersih bersama PMI ini juga menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat selama periode kemarau.

Bambang berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini serta menggunakan air secara bijak, terutama untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan.

Kolaborasi antara Perumdam Tirta Melawi dan PMI Melawi diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut berperan dalam menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, Perumdam, pemerintah desa, dan masyarakat, persoalan ketersediaan air bersih di tengah musim kemarau diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

Penyaluran air bersih tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi sulit, terutama ketika kebutuhan dasar masyarakat mulai terdampak akibat perubahan kondisi cuaca.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement