Melawi Perumdam Tirta Melawi
Home » Berita » Pasokan Air Baku Brond Poring Terhenti, Perumdam Tirta Melawi Berlakukan Distribusi Bergilir

Pasokan Air Baku Brond Poring Terhenti, Perumdam Tirta Melawi Berlakukan Distribusi Bergilir

katalistiwa.online, melawi – Perumdam Tirta Melawi mengambil langkah cepat untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat setelah pasokan air baku yang berasal dari Brond Poring dilaporkan berhenti mengalir pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan daerah dalam mempertahankan distribusi air kepada lebih dari 10.000 pelanggan yang tersebar di wilayah pelayanan.

Direktur Perumdam Tirta Melawi, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini produksi air bersih hanya mengandalkan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni IPA Tanjung Lay berkapasitas 40 liter per detik (LPS), IPA Tanjung Lay 20 LPS, serta IPA Serundung berkapasitas 30 LPS.

“Sebagai laporan terkini, berkaitan dengan perkembangan kondisi air baku yang berasal dari Brond Poring, sore ini sekitar pukul 16.00 WIB sudah tidak mengalir. Saat ini produksi air bersih hanya mengandalkan IPA 40 LPS dan IPA 20 LPS di Tanjung Lay serta IPA 30 LPS di Serundung untuk melayani kurang lebih 10.000 pelanggan,” ungkap Bambang Setiawan, Sabtu 1 Agustus 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Melawi langsung mengaktifkan langkah-langkah mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan semaksimal mungkin. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah melakukan distribusi air secara bergilir, sehingga seluruh wilayah pelanggan tetap memperoleh pasokan meskipun dengan jadwal yang disesuaikan.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan jam operasional instalasi pengolahan air menjadi 24 jam penuh guna mengoptimalkan produksi dari sumber air yang masih tersedia. Upaya lain yang dilakukan adalah menambah pompa cadangan pada IPA Tanjung Lay dan IPA Serundung agar kapasitas distribusi dapat ditingkatkan serta mengantisipasi terjadinya gangguan teknis selama masa krisis pasokan air baku.

Kasus Videotron Bermuatan Pornografi di Melawi Masuk Ranah Hukum, Khairul Atma Desak Polisi Segera Bertindak

“Langkah yang kami ambil saat ini adalah melakukan distribusi secara bergilir, menambah jam operasional menjadi 24 jam, serta mengoperasikan pompa cadangan di Tanjung Lay dan Serundung. Ini merupakan bentuk komitmen kami agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Meski pasokan air baku dari Brond Poring terhenti, Bambang memastikan bahwa secara umum kondisi distribusi air bersih kepada pelanggan masih berada dalam keadaan normal dan terkendali. Perusahaan terus melakukan pemantauan terhadap tekanan jaringan di seluruh wilayah pelayanan agar distribusi tetap berjalan secara optimal.

Namun demikian, ia mengakui terdapat beberapa kawasan yang mengalami keterlambatan menerima aliran air, khususnya di wilayah dengan elevasi yang lebih tinggi. Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Perumahan GSI, terutama pada titik-titik yang berada di dataran tinggi.

“Kondisi distribusi secara umum masih normal dan terkendali. Hanya di beberapa daerah tertentu air sedikit terlambat sampai ke pelanggan, terutama di kawasan Perumahan GSI pada wilayah yang berada di ketinggian. Namun kami pastikan air tetap mengalir,” ungkap Bambang.

Perumdam Tirta Melawi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi sumber air baku Brond Poring sekaligus mengevaluasi efektivitas langkah-langkah yang telah diterapkan. Perusahaan juga menyiapkan berbagai alternatif penanganan apabila kondisi tersebut berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Dilantik Bupati Jadi Kepala BKPSDM Melawi, Hendra Permana Siap Benahi Tata Kelola ASN dan Perkuat SDM Aparatur

Bambang Setiawan turut mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama masa penyesuaian distribusi berlangsung. Menurutnya, partisipasi pelanggan dalam menghemat penggunaan air akan sangat membantu menjaga kestabilan pasokan sehingga kebutuhan seluruh pelanggan tetap dapat terpenuhi.

Ia juga menyampaikan permohonan pengertian kepada seluruh pelanggan atas kondisi yang terjadi, karena gangguan tersebut dipengaruhi oleh berhentinya pasokan air baku dari Brond Poring yang berada di luar kendali operasional perusahaan.

“Laporan perkembangan kondisi ini telah kami sampaikan kepada Bapak Bupati sebagai bentuk koordinasi dan informasi terkini. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement