Melawi
Home » Berita » Perkuat Sinergi Sekolah dan LBH, DSK Kubu Raya Edukasi 150 Pelajar Soal Kenakalan Remaja

Perkuat Sinergi Sekolah dan LBH, DSK Kubu Raya Edukasi 150 Pelajar Soal Kenakalan Remaja

katalistiwa.online, kubu raya – Lembaga Bantuan Hukum DSK Kubu Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar melalui kegiatan Praktisi Mengajar yang dilaksanakan di dua sekolah di Kota Pontianak, yakni SMP Negeri 6 Pontianak dan SMK Kesehatan Reformasi Pontianak. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 siswa dan siswi dari kedua sekolah tersebut.

Ketua LBH DSK Kubu Raya, Arif Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga bantuan hukum dan institusi pendidikan dalam memberikan edukasi hukum sejak dini kepada generasi muda.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan LBH, agar para pelajar memiliki pemahaman yang baik tentang hukum, khususnya terkait kenakalan remaja yang saat ini cukup marak terjadi,” ungkap Arif, Rabu 11 Februari 2026.

Kegiatan di SMP Negeri 6 Pontianak dilaksanakan pada pukul 07.30 hingga 09.00 WIB dan diikuti sekitar 100 siswa dan siswi. Sementara itu, kegiatan di SMK Kesehatan Reformasi Pontianak berlangsung pada pukul 12.45 hingga 14.30 WIB dengan jumlah peserta kurang lebih 50 siswa dan siswi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi sosialisasi bertema “Kenakalan Remaja”. Materi yang disampaikan mencakup definisi kenakalan remaja, jenis-jenis kenakalan yang sering terjadi, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga upaya penanganan serta dasar hukum yang mengatur. Melalui pemaparan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami batasan perilaku, konsekuensi hukum atas pelanggaran, serta pentingnya membangun karakter dan pergaulan yang sehat.

Pasokan Air Baku Brond Poring Terhenti, Perumdam Tirta Melawi Berlakukan Distribusi Bergilir


Respon para siswa di kedua sekolah terbilang sangat baik. Di SMP Negeri 6 Pontianak, peserta terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi, meskipun masih terdapat sebagian siswa yang malu untuk bertanya dan suasana yang cukup dinamis sehingga membutuhkan pengaturan lebih lanjut selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, siswa SMK Kesehatan Reformasi Pontianak menunjukkan antusiasme tinggi dan bahkan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan. Mereka menilai materi yang disampaikan merupakan hal baru yang sangat bermanfaat. Beberapa peserta juga memberikan masukan agar durasi kegiatan ke depan dapat diperpanjang agar pembahasan lebih mendalam. Namun, jumlah peserta di sekolah tersebut dibatasi sekitar 50 siswa karena keterbatasan tempat yang tidak memungkinkan seluruh kelas digabungkan dalam satu sesi.

Dukungan dan apresiasi juga datang dari para guru di masing-masing sekolah. Guru SMP Negeri 6 Pontianak menyambut kegiatan ini dengan sangat baik serta memberikan dukungan penuh atas pelaksanaannya. Mereka menilai sosialisasi tersebut sangat membantu dalam memberikan pemahaman tambahan kepada siswa terkait aspek hukum dan perilaku remaja.

Hal serupa disampaikan oleh pihak SMK Kesehatan Reformasi Pontianak yang menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Bahkan, terdapat minat untuk menjalin kerja sama lanjutan antara sekolah dan LBH, khususnya dalam memberikan materi sosialisasi atau penyuluhan hukum pada saat penerimaan siswa ajaran baru. Selain itu, pihak sekolah juga berharap adanya arahan hukum terkait profesi guru yang dinilai cukup rentan terhadap pelaporan hukum oleh orang tua siswa, terutama menyikapi sejumlah kasus yang belakangan menjadi perhatian publik.

Arif Maulana menegaskan bahwa edukasi hukum di lingkungan sekolah merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menekan angka kenakalan remaja. Dengan pemahaman hukum yang baik, para pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

Kasus Videotron Bermuatan Pornografi di Melawi Masuk Ranah Hukum, Khairul Atma Desak Polisi Segera Bertindak

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah. Sinergi antara sekolah dan LBH menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang sadar hukum, berkarakter, dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement