Lifestyle Melawi Ragam
Home » Berita » Yusli Terpilih Jadi Ketua Katab Kebahan, Akan Usulkan Pengakuan Hukum Adat di 32 Kampung

Yusli Terpilih Jadi Ketua Katab Kebahan, Akan Usulkan Pengakuan Hukum Adat di 32 Kampung

katalistiwa.online, melawi – Dalam Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Warga Katab Kebahan (IWKK) yang digelar pada Sabtu, 10 Mei 2024 di Pendopo Rujab Bupati Melawi. Yusli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Katab Kebahan. Mubes ini dihadiri oleh perwakilan dari 32 pasak atau kampung yang masing-masing mengirimkan lima orang perwakilan.

Terpilihnya Yusli membawa harapan baru bagi masyarakat Katab Kebahan, terutama dalam upaya memperjuangkan pengakuan hukum adat untuk 32 kampung tersebut. Saat Diwawancara awak media Yusli menyampaikan bahwa ia akan segera mengusulkan pengakuan hukum adat ke pemerintah sebagai langkah awal dalam memperkuat eksistensi dan hak masyarakat adat Katab Kebahan.

“Kami akan memperjuangkan agar 32 kampung ini mendapatkan pengakuan hukum adat dari pemerintah. Setiap kampung nanti akan memiliki satu ikon yang mencerminkan potensi lokal masing-masing,” ujar Yusli.

Yusli menjelaskan bahwa ikon kampung akan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Hal ini menjadi bagian dari upaya IWKK untuk mendorong pelestarian lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan penguatan identitas budaya.

“Kami berharap komunitas-komunitas Katab Kebahan yang umumnya berada di sekitar kawasan hutan bisa mengembangkan potensi tersebut menjadi ikon yang membanggakan. Ini juga bentuk dukungan kami terhadap isu perubahan iklim,” tambahnya.

Pasokan Air Baku Brond Poring Terhenti, Perumdam Tirta Melawi Berlakukan Distribusi Bergilir

Sebagai ketua baru, Yusli juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat Katab Kebahan secara aktif dalam isu-isu lingkungan dan menjaga kearifan lokal. Menurutnya, tradisi dan budaya yang diwarisi dari leluhur harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami akan selalu menjaga budaya dan tradisi yang sudah diwarisi oleh leluhur kita. Ini bukan hanya soal identitas, tetapi juga tanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai yang hidup bersama alam,” tutup Yusli. (Syarif)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement