Katalistiwa.online,Pontianak – Perjalanan dari Pontianak menuju Kabupaten Ketapang menyimpan cerita tersendiri bagi para pelintasnya. Selain jalur udara, darat, sebagian warga masih mengandalkan jalur sungai yang dinilai lebih fleksibel meski memakan waktu lebih lama.
Tri (49), salah seorang warga, mengisahkan pengalamannya menempuh perjalanan ke Ketapang dengan kombinasi jalur darat dan sungai. Ia memulai perjalanan dari Pontianak menggunakan sepeda motor menuju Pelabuhan Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya.
“Saya dari Kota Pontianak memakai kendaraan roda dua, lalu memilih jalur sungai dari Pelabuhan Rasau Jaya,” ujarnya, Senin (4/5).
Dari pelabuhan tersebut, Tri melanjutkan perjalanan menggunakan kapal klotok menuju Pelabuhan Teluk Batang. Ia menyebut, perjalanan melalui jalur sungai memakan waktu sekitar satu malam, tergantung jadwal keberangkatan kapal.
“Menempuh jalur sungai bisa pagi hari atau sore hari, tergantung jadwal keberangkatan kapal klotok,” jelasnya.
Setibanya di Teluk Batang, perjalanan darat kembali dilanjutkan menuju Sukadana hingga Ketapang. Namun, menurut Tri, kondisi jalan di ruas tersebut masih jauh dari kata ideal dan membutuhkan kehati-hatian ekstra, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Perjalanan dari Teluk Batang ke Sukadana cukup rusak, kondisi jalannya tidak bersahabat, jadi harus benar-benar hati-hati,” katanya.
Ia memperkirakan jarak dari Teluk Batang menuju Ketapang mencapai sekitar 135 kilometer. Meski tidak terlalu jauh secara jarak, kondisi infrastruktur yang kurang memadai membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan melelahkan.
Tri berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan jalan guna menunjang mobilitas masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang layak sangat penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari warga, termasuk distribusi barang dan jasa.
“Dengan kondisi jalan seperti itu, kasihan warga yang beraktivitas setiap hari. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera memperbaikinya,” tuturnya.
Perjalanan Pontianak–Ketapang melalui jalur sungai dan darat ini menjadi gambaran nyata tantangan infrastruktur di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, akses transportasi yang memadai dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.(wan)













Comment