katalistiwa.online, melawi – Komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi mulai direalisasikan. PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA) bersama IKHASAS menyalurkan bantuan peralatan penanganan Karhutla kepada masyarakat di 11 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan bersama yang dilaksanakan pada 8 September 2026 di Kantor PKS RKA/IKHASAS. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Melawi dan Ketua DPRD Kabupaten Melawi, bersama pihak perusahaan serta unsur terkait lainnya.
Realisasi bantuan tersebut disampaikan langsung oleh General Plantation Advisor (GPA) PT Rafi Kamajaya Abadi, H. Ir. Yusrizal, saat kegiatan penyaluran bantuan di Kecamatan Belimbing, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan penyaluran turut dihadiri Camat Belimbing, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Melawi, General Manager PT RKA/IKHASAS, Wakatim Satgas Karhutla Mabes TNI, Kapolsek Belimbing, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Melawi.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ir. Yusrizal mengatakan bahwa persoalan Karhutla bukan hanya menjadi persoalan daerah, tetapi merupakan tantangan yang dihadapi secara nasional. Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah mitigasi yang dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita semua memahami, secara nasional mengalami Karhutla. Diperlukan mitigasi, pendorong dan bersinergi,” ujar Yusrizal.
Menurutnya, hasil mitigasi dan pembahasan bersama kemudian melahirkan kesepakatan untuk memberikan dukungan kepada desa-desa yang berada di wilayah Kabupaten Melawi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diberikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
“Hasil mitigasi, total kita sepakati kita memberikan bantuan untuk 11 desa yang ada di Kabupaten Melawi. Ini melalui CSR,” jelasnya.
Yusrizal menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, masyarakat serta berbagai unsur lainnya.
Menurutnya, perusahaan tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dukungan peralatan kepada desa diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan awal apabila terjadi kebakaran.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan mitigasi dan pencegahan. Kalau terjadi kebakaran, masyarakat juga memiliki kesiapan untuk melakukan penanganan awal,” katanya.
Adapun bantuan peralatan penanganan Karhutla tersebut disalurkan kepada 11 desa yang berada di tiga kecamatan di Kabupaten Melawi.
Untuk Kecamatan Nanga Pinoh, bantuan diberikan kepada dua desa, yakni Desa Nanga Kayan dan Desa Tengkajau.
Kemudian untuk Kecamatan Pinoh Utara, bantuan disalurkan kepada Desa Nanga Belimbing.
Sementara itu, untuk Kecamatan Belimbing, bantuan diberikan kepada sejumlah desa, yakni Desa Labang, Batu Buil, Laman Bukit, Sepan Tonak, Batu Nanta, Nusa Kenyikap, Pemuar dan Batu Ampar.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan desa dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Keberadaan peralatan penanganan Karhutla di tingkat desa dinilai penting karena masyarakat merupakan salah satu unsur yang berada paling dekat dengan lokasi apabila terjadi kebakaran.
Dengan dukungan peralatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah awal secara cepat sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari tim gabungan maupun instansi terkait.
Sementara itu, Camat Belimbing, Vivi Sukiyanti, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT RKA/IKHASAS kepada masyarakat melalui bantuan peralatan penanganan Karhutla.
Menurutnya, dukungan dari dunia usaha sangat berarti dalam memperkuat upaya pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat ketika dibutuhkan.
“Apresiasi kami sampaikan kepada pihak perusahaan yang telah memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya penanganan Karhutla,” ujar Vivi.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Melawi, Oktafianus.
Ia menilai dukungan perusahaan terhadap upaya pencegahan dan penanganan Karhutla merupakan bagian penting dari sinergi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, persoalan Karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat. Keterlibatan masyarakat dan perusahaan juga diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dari tingkat desa.
Bantuan peralatan yang diberikan kepada desa diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Oktafianus juga berharap sinergi seperti ini dapat terus dibangun dan dikembangkan, tidak hanya ketika terjadi Karhutla, tetapi juga dalam berbagai upaya pencegahan dan perlindungan lingkungan.








Comment