Uncategorized
Home » Berita » Hujan Turun, Kabut Asap Pontianak Makin Pekat, Aktivitas Rumah Tangga Terganggu

Hujan Turun, Kabut Asap Pontianak Makin Pekat, Aktivitas Rumah Tangga Terganggu

Katalistiwa.online,Pontianak – Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kota Pontianak belum mampu mengurangi kabut asap. Warga justru merasakan kabut asap semakin pekat saat memasuki siang hari. Kondisi tersebut turut disertai keluhan mengenai air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menurut warga masih terasa asin.

Keluhan itu disampaikan Cica (49), seorang ibu rumah tangga di Kota Pontianak, Rabu (9/9). Ia mengatakan, turunnya hujan belum membuat kondisi udara di sekitar tempat tinggalnya kembali membaik.

“Padahal sudah turun hujan, tetapi kabut asap semakin tebal. Semakin siang terasa semakin tebal,” ujar Cica.

Menurutnya, kabut asap yang masih menyelimuti lingkungan membuat warga merasa tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hujan yang turun di sejumlah wilayah belum serta-merta membuat udara menjadi lebih bersih.
Selain kabut asap, Cica mengeluhkan kondisi air PDAM yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia menyebut air tersebut masih terasa asin sehingga penggunaannya menjadi terbatas.

“Air PDAM hanya bisa untuk mandi dan mencuci. Itu pun sabun tidak berbusa karena air terasa asin,” katanya.

Yayasan Kuning Agung Meriahkan Mooncake Festival 2026 dengan Seni Tradisional Tionghoa

Kondisi tersebut membuat aktivitas rumah tangga warga ikut terdampak. Air merupakan kebutuhan utama untuk berbagai keperluan sehari-hari, sehingga perubahan kualitas air menjadi perhatian masyarakat.

Cica berharap persoalan tersebut segera berakhir. Ia juga berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dilakukan secara maksimal sehingga kabut asap tidak terus menyelimuti wilayah Pontianak.

“Semoga kabut asap akibat karhutla cepat selesai dan tidak ada lagi pembakaran lahan,” harapnya.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada kondisi yang berpotensi menyebabkan api sulit dikendalikan. Menurutnya, dampak pembakaran lahan tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga masyarakat luas yang harus menghirup asap.

Warga berharap hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat membantu mengurangi kabut asap dalam beberapa waktu ke depan. Namun, pencegahan karhutla dinilai tetap penting agar persoalan kabut asap tidak kembali terjadi. (wan)

KPA Ciwanadri Melawi Salurkan 43.571 Liter Air Bersih, Jangkau 1.742 Warga di Tengah Kekeringan dan Karhutla

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement