katalistiwa.online, melawi – Di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin tebal, serta tingginya harga eceran bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG 3 kilogram, kepedulian masyarakat Kabupaten Melawi terhadap para petugas pemadam kebakaran justru tidak ikut padam.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah berbagai kesulitan yang dirasakan masyarakat, semangat gotong royong dan solidaritas masih terus menyala.
Berdasarkan hasil penelusuran tim katalistiwa.online, harga eceran BBM subsidi jenis Pertalite di Kota Nanga Pinoh saat ini mencapai sekitar Rp18 ribu per liter. Sementara itu, harga eceran gas LPG 3 kilogram atau yang biasa disebut gas melon berada di kisaran Rp34 ribu per tabung.
Kondisi tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Di sisi lain, warga Melawi juga harus menghadapi persoalan lingkungan akibat kepulan asap Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Asap yang muncul hampir setiap hari tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membuat kualitas udara menurun. Masyarakat harus tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
Namun, berbagai persoalan tersebut ternyata tidak membuat kepedulian masyarakat terhadap para petugas pemadam kebakaran ikut surut.
Di tengah keterbatasan, warga justru memilih untuk berbagi dengan mereka yang berada di garis depan dalam perjuangan memadamkan api.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui aksi donasi yang dibuka oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Melawi bersama Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM).
Donasi yang terkumpul kemudian digunakan untuk menyediakan makanan siap saji bagi para petugas pemadam kebakaran yang terus berjibaku di lapangan.
“Hari ini, sebanyak 100 box makanan siap saji dibagikan kepada para pejuang pemadam kebakaran sebagai bentuk dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap perjuangan mereka,” ungkap Ketua KGBN Melawi, M.Firman, Jumat 4 September 2026
Menurut Firman, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat kepada para petugas yang selama ini bekerja keras dalam menghadapi Karhutla. Para pemadam membutuhkan dukungan, bukan hanya dalam bentuk peralatan dan kebutuhan operasional, tetapi juga perhatian dari masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kita kepada para pejuang pemadam kebakaran yang terus berjuang memadamkan api. Di tengah kondisi seperti sekarang, kita ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian,” ujar M. Firman.
Ia mengatakan, makanan yang dibagikan memang sederhana. Namun, di balik setiap kotak makanan tersebut terdapat kepedulian masyarakat yang ingin memberikan semangat kepada para petugas yang bekerja di tengah kondisi penuh risiko.
“Para pemadam harus berhadapan langsung dengan panas api, medan yang sulit, serta kepulan asap yang juga dapat mengganggu kesehatan. Karena itu, dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu bentuk energi tambahan bagi mereka untuk terus menjalankan tugas,” pungkasnya.







Comment