Ekonomi Pontianak
Home » Berita » Ratusan warga memadati Pasar Juadah Ramadan di halaman Masjid Raya Mujahidin

Ratusan warga memadati Pasar Juadah Ramadan di halaman Masjid Raya Mujahidin

katalistiwa.online, pontianak – Meski sempat diguyur hujan lebat pada sore hari, antusiasme masyarakat untuk berburu takjil tidak surut. Sejak pukul 14.00 WIB, lapak-lapak pedagang sudah dijejali pembeli yang ingin menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Ketua Panitia Pasar Juadah, Manto Saidil, mengatakan total terdapat 166 stan yang meramaikan bazar Ramadan tahun ini. Ratusan stan tersebut diisi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan beragam menu berbuka, mulai dari aneka kue tradisional, minuman segar, hingga makanan berat khas Kalimantan Barat.

“Total keseluruhan ada 166 stan, termasuk untuk UMKM. Ini bentuk dukungan kita agar pelaku usaha lokal bisa mendapatkan momentum peningkatan pendapatan selama Ramadan,” ujarnya, kamis (19/2) sore

Direktur Utama Bank Kalbar, Mukidi, menyampaikan pihaknya turut berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum menghadirkan keberkahan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Di bulan suci Ramadan ini, berkahnya bukan hanya dirasakan umat Islam saja, tetapi juga seluruh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” katanya.

Pasokan Air Baku Brond Poring Terhenti, Perumdam Tirta Melawi Berlakukan Distribusi Bergilir

Mukidi menjelaskan, untuk memudahkan transaksi, pihaknya telah menyiapkan sistem pembayaran non-tunai di setiap tenda melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Di setiap tenda sudah kami siapkan QRIS. Jadi bapak dan ibu yang berbelanja tidak harus menggunakan uang tunai. Ini sekaligus mendorong digitalisasi transaksi UMKM,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Alfian Salam, secara resmi membuka bazar Ramadan di halaman Masjid Raya Mujahidin. Ia menegaskan, Ramadan bukan sekadar momentum jual beli, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat perekonomian daerah.

“Bulan Ramadan bukan hanya sekadar momen sarana jual beli, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi serta upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Alfian, pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat, terutama di sektor informal dan UMKM.

Kasus Videotron Bermuatan Pornografi di Melawi Masuk Ranah Hukum, Khairul Atma Desak Polisi Segera Bertindak

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi semaraknya pasar juadah yang tersebar di enam kecamatan di Pontianak. Ia menyebut kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” kata Edi.

Ia juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kualitas sajian yang dijual, terutama dari sisi kebersihan dan kesehatan makanan.

“Hampir seluruh titik pasar juadah dipadati pedagang dan pembeli yang ingin mengambil berkah Ramadan melalui aktivitas ekonomi yang meningkat. Namun saya minta para pedagang tetap menjaga kebersihan dan kesehatan makanan, sehingga berkah Ramadan bukan hanya keuntungan secara materi, tetapi juga pahala berlipat,” pesannya.

Pantauan di lokasi, suasana pasar juadah tampak semarak menjelang waktu berbuka. Pembeli rela mengantre di sejumlah stan favorit meski kondisi tanah masih basah akibat hujan. Beragam aroma makanan menggoda selera memenuhi area bazar, menciptakan suasana khas Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan. (Wan)

Dilantik Bupati Jadi Kepala BKPSDM Melawi, Hendra Permana Siap Benahi Tata Kelola ASN dan Perkuat SDM Aparatur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement